Minggu, 01 September 2013

Missed it

untuk seorang pria yang masih mencari cinta sejatinya

Jujur.....
aku masih ingin menyebut namanya...
aku masih ingin menatap wajahnya...
aku masih ingin mendengar seuaranya, tawanya, bahkan candanya...
Entah berapa lama harus kusembunyikan ini, yang jelas aku masih ingin berkomunikasi lebih dekat.

Kamu takkan pernah tahu, apalagi mengerti aku.
Kamu egois, kamu hanya berfikir kebahagiaanmu sedangkan aku? selalu kamu abaikan.
Sampai kapan kamu terus begitu? Pasti sampai banyak wanita yang menangis karena ulahmu.
aku masih sangat suka kamu...
aku masih ingin mengagumimu...
aku masih selalu mencari-cari kabarmu...
Dan aku masih ingat bagaimana kamu merayuku dengan kalimat manismu dan selalu membuat para wanita terbang melayang jauh karna pujianmu lalu tiba-tiba kamu hempaskan begitu saja menghilang dan tak ada kabar! Rasanya sangat sakit sekali.
kamu tak akan pernah tahu dan mengerti, tapi ingat mencari cinta sejati itu takkan mudah seperti dalam sinetron. kamu harus berjuang mendapatkan satu cinta yang tak bisa orang lain dapat,bukan begitu? jangan bermodalkan tampang saja!
Lihatlah orang yang paling berkorban untukmu tanpa harus bersandiwara.
menerimamu apa adanya tanpa menuntut lebih, bahkan menganggapmu istimewa diantara orang-orang yang lebih darimu.
tapi sayangnya kamu selalu mengabaikan orang orang yang sudah tulus padamu demi seorang yang lebih menarik darinya. Kamu sangat salah!
Apakah dengan cara itu kamu akan mudah mendapat cinta sejati? Tidak,kamu akan sulit mencarinya. karena cinta sejati itu hanya ada satudiantara yang lainnya. kamu harus mencintai satu orang, tapi faktanya hatimu bercabang.
Banyak wanita yang sangat berharap lebih padamu tapi kamu selalu mempermainkannya, menarik ulurnya, memberi harapan palsu, bahkan lain-lain.
Apakah itu yang disebut pria sejati? Bukan.

Aku sangat ingin berada disamping mu lagi, ingin rasanya aku ulang segalanya tapi semua sudah terlambat.
agar aku bisa menasehatimu, memberi saran untukmu dan mengajarimu untuk mencintai seseorang.
andai saja hal itu bisa dilakukan lagi mungkin sekarang aku tidak terlalu sering mencari kabarmu bahkan mengkritik tentang kamu tapi sayang aku hanya bisa merindukan mu diam-diam.
Terakhir kita berkomunikasi, mungkin saat kita sepakat untuk mengakhiri semuanya.
aku tahu kamu selalu bertanya tanya bagaimana aku sekarang, hanyalah aku pura-pura saja agar aku tahu siapa yang berani memulai percakapan kita lagi "kelak".
Sekarang hanyalah kepingan lalumu yang meninggalkan rindu.
aku hanya berharap kamu lebih merindukan aku lebih dari apapun...........

"temukanlah cinta sejatimu, jangan mengabaikan kasih dan tulus seseorang karena percayalah suatu saat kamu membutuhkannya"